Alkisah, di suatu
senja yang kelabu, tampak sang raja beserta rombongannya dalam perjalanan
pulang ke kerajaan dari berburu di hutan. Hari itu adalah hari tersial yang
sangat menjengkelkan hati karena tidak ada satu buruan pun yang berhasil dibawa
pulang. Seolah-olah anak panah dan busur tidak bisa dikendalikan dengan baik
seperti biasanya.
Setibanya di pinggir
hutan, raja memutuskan beristirahat sejenak di rumah sederhana milik seorang
pemburu yang terkenal karena kehebatannya memanah. Dengan tergopoh-gopoh, si
pemburu menyambut kedatangan raja beserta rombongannya.
Setelah berbasa-basi,
tiba-tiba si pemburu berkata, "Maaf baginda, sepertinya baginda sedang
jengkel dan tidak bahagia. Apakah hasil buruan hari ini tidak memuaskan
baginda?"
.jpg)